Thursday, 23 December 2010

Sekilas Praktikum JMF bagian 3 (akhir)

Tadaaaa, I'm back..!
Berikut merupakan proses JMF yang terakhir, yakni proses pengujian Marshall :)
sebelumnya, untuk semua sampel yang telah direndam dengan air (seperti pada gambar di atas) kita timbang beratnya dengan menggunakan timbangan yang telah terhubung dengan keranjang di dalam air, agar kita mengetahui berat airnya.

Pada gambar di atas, ember merah berisi keranjang yang langsung terhubung dengan timbangan digital.

Setelah melakukan penimbangan, maka kita akan mencari nilai SSD (Saturated Surface Dry) yang disebut juga dengan berat kering permukaan. Sebelum penimbangan, kita harus mengelap sampel-sampel yang tadinya basah dengan lap kering. Pengelapan harus kering jangan sampai ada yang masih basah :B
*ingat! Jangan di kipas-kipas karena yang kita butuhkan adalah kering permukaan. Jadi, area yang kita lap hanyalah pada bagian luar permukaan saja.

Setelah itu, kita timbang sampel satu persatu dengan menggunakan timbangan digital biasa (tidak dengan keranjang).

Lakukan persiapan :

masukkan air ke dalam waterbath hingga kira-kira 1/2  atau lebih dari ukuran bak (agar nantinya sampel terendam air secara keseluruhan).
kemudian pasang suhu 60 C.
*suhu ini merupakan standar suhu kondisi panas di lapangan Indonesia.
Setelah suhu pas 60 C, maka kita masukkan semua sampel ke dalam waterbath sesuai posisi sampel di gambar atas.
Pasanglah timer 30 menit, lalu tunggu.
*jangan lupa untuk memakai sarung tangan khusus saat memasukkan sampel ke waterbath!


Setelah 30 menit, maka buka tutup waterbath, lalu kita persiapkan peralatan untuk test Marshall.
Seperti pada gambar di atas, kita bersihkan wadah khusus (lupa apa namanya) seperti pada gambar lalu oles wadah tersebut dengan oli. (dengan kuas juga tentunya.. :p)
Setelah itu kita ambil sampel, dan kita pasang di wadah yang sebelumnya telah diolesi oli :B
pasang kembali wadah, setelah itu pasang seperti pada gambar dibawah ini :)
Lalu diputar hingga pas.



Setelah itu pasang dial di atas wadah, lalu tekan tombol di atasnya.
Kalibrasikan dial tersebut dengan memutar angka 0 agar tepat dengan jarum dial.
Mulai dengan memutar pegangan yang ada di bagian kanan alat test marshall ke arah bagian kiri :)

Setelah alat mulai berjalan, coba perhatikan dial atas dan dial bawah.
*diperlukan dua pengamat dan 1 pemegang alat pemutar :V
Untuk pembacaan dial atas, perhatikan dial tersebut saat berjalan, kemudian saat jarum tertahan dan kembali (jarum bergerak berlawanan dengan arah jarum jam) maka pengamat 1 harus berkata "baca!" dan membaca dimana jarum pas memutar ke arah berlawanan jarum jam pada dial atas.
*satu putaran = 100 kemudian ditambah angka yang muncul berikutnya, misalnya 20 jadi 120


Lalu rekan yang tadinya memutar pegangan ke kiri harus memutar 45 derajat ke kanan (arah lurus dengan pemutar), kemudian untuk pengamat kedua juga harus langsung membaca dial bawah saat itu juga :B
(bener-bener harus teliti loh membacanya). Terus ya tinggal tulis data praktikumnya itu :)
Okeeee!
Setelah itu, keluarkan wadah, tapi sebelumnya putar pegangan ke posisi awal yaitu ke kanan agar wadah kembali ke posisi bawah. Setelah kembali, kita putar 45 derajat lagi (posisi pegangan ke bawah lagi).
Lalu ambil wadah, dan lepaskan sampel dari wadah tersebut. Ulangi percobaan dengan prosedur yang sama :D

Selesai sudah percobaan JMF dari awal sampai akhir untuk Pelaksanaan Perkerasan Jalan 1.
Tinggal kita buat perhitungannya... :) :B

*sorry kalo bahasanya kurang jelas..
ahaha TAT...

Semoga membantu :D

No comments:

I'm a civil engineering student, so what's up?

Civil engineering is the oldest engineering faculty on Lampung University where I still studying on that, and I search on wikipedia and google that civil engineering is a professional engineering discipline that deals with the design, construction, and maintenance of the physical and naturally built environment, including works like bridges, roads, canals, dams and buildings. It's traditionally broken into several sub-disciplines including environmental engineering, geotechnical engineering, structural engineering, transportation engineering, municipal or urban engineering, water resources engineering, materials engineering, coastal engineering,surveying, and construction engineering.

ductility

ductility
this is an example for ductility test for asphalt. For a good formula, it need 100 cm. :) tujuan percobaan ini untuk mengetahui kuat tarik dari aspal atau bitumen keras dengan cara mengukur jarak terpanjang yang dapat ditarik antara 2 cetakan yang berisi bitumen keras pada suhu dan kecepatan tertentu. Nilai daktilitas aspal adalah panjang contoh aspal ketika putus pada saat dilakukan penarikan dengan kecepatan 5 cm/menit.