Saturday, 18 December 2010

kuliah statistika sipil

berikut contoh tugas statistika saya yg pertama ^---^



Diketahui Tinggi Badan :

165      154      165      169      170      161      164      172
155      178      165      170      168      168      169      171
175      155      155      172      165      162      157      165
170      163      158      170      160      170      168      170
159      160      160      160      165

Tabel :

Interval
Modus (fi)
Frekuensi Kumulatif
Frekuensi Relatif
xi
fi.(xi)2
xi. fi
154 – 158
6
6
6/37 x 100 %
= 16, 2162 %
156
146016
936
159 – 163
8
14
8/37 x 100 %
= 21, 6216 %
161
207368
1288
164 – 168
10
24
10/37 x 100 %
= 27, 0270 %
166
275560
1660
169 – 173
11
35
11/37 x 100 %
= 29, 7297 %
171
321651
1881
174 - 178
2
37
2/37 x 100 %
= 5, 4054 %
176
61952
352

37

100 %
37
1012547
61172
=37417689

Pengumpulan dari data acak yang telah didapat, agar lebih mudah dipahami maka terlebih dahulu diolah menjadi bentuk table dalam interval kelas. Interval kelas ialah selisih nilai terendah dan tertinggi pada tiap-tiap kelas. Keseluruhan data didapat jumlah data (n) sebanyak 37 orang.. Diketahui tinggi badan terkecil dari data tersebut ialah 154 dan 178 untuk nilai yang terbesar. Hal ini dapat membantu dalam mengklasifikasikan interval yang akan dibuat. Selanjutnya, dapat digunakan rumus

Untuk melakukan perhitungan langsung dapat digunakan (mean) rerata :
Jumlah data keseluruhan / n = 6117 / 37 = 165, 3243
Kemudian untuk menyatakan gejala sentral yang paling sering terjadi digunakan ukuran modus. Jika sample menghasilkan nilai :
165      154      165      169      170      161      164      172
155      178      165      170      168      168      169      171
175      155      155      172      165      162      157      165
170      163      158      170      160      170      168      170
159      160      160      160      165
Setelah disusun menurut besarnya maka :
154      155      155      155      157      158      159      160
160      160      160      161      162      163      164      165
165      165      165      165      165      168      168      168
169      169      170      170      170      170      170      170
171      172      172      175      178

Jumlah data yang didapat dalam satu kelas disebut dengan frekuensi kelas.
Untuk Frekuensi Kumulatif (FK) dapat digunakan nilai Modus pada interval kelas ke- 1 ditambah dengan nilai interval kelas ke- 2. Misalnya pada interval kelas ke- 2 159 – 168, nilai FK ialah 6 + 8 = 14 …., ini berlaku untuk nilai seterusnya. Hasil akhirnya harus sama dengan jumlah nilai Modus. Sedangkan untuk nilai Frekuensi Relatif (FR) digunakan (nilai Modus :  jumlah nilai Modus) / 100 %, misalnya saja pada nilai FR yang pertama (6?37 x 100 %) ialah 16, 2162 %. Hasil akhir dari FR ialah jumlah penambahan pada setiap interval kelas yang ada sehingga diperoleh nilai 100 %.

K         = 1 + 3, 3 log (n2/100) = 1 + 3, 3 log (372/100) = 4\, 75 = 5
Berdasarkan pada rumus Sturges lazimnya data dikelompokkan ke dalam interval kelas yang sama sehingga jumlah kelas ditentukan denganrumus Sturges.
Sedangkan untuk grafiknya dapat dilakukan dengan bentuk yang bermacam-macam misalnya saja histogram, ogive, polygon, dan kurva. Histogram (diagram batang) digunakan untuk data yang semula berbentuk table, 

No comments:

I'm a civil engineering student, so what's up?

Civil engineering is the oldest engineering faculty on Lampung University where I still studying on that, and I search on wikipedia and google that civil engineering is a professional engineering discipline that deals with the design, construction, and maintenance of the physical and naturally built environment, including works like bridges, roads, canals, dams and buildings. It's traditionally broken into several sub-disciplines including environmental engineering, geotechnical engineering, structural engineering, transportation engineering, municipal or urban engineering, water resources engineering, materials engineering, coastal engineering,surveying, and construction engineering.

ductility

ductility
this is an example for ductility test for asphalt. For a good formula, it need 100 cm. :) tujuan percobaan ini untuk mengetahui kuat tarik dari aspal atau bitumen keras dengan cara mengukur jarak terpanjang yang dapat ditarik antara 2 cetakan yang berisi bitumen keras pada suhu dan kecepatan tertentu. Nilai daktilitas aspal adalah panjang contoh aspal ketika putus pada saat dilakukan penarikan dengan kecepatan 5 cm/menit.