Setelah proses JMF bagian pertama terlaksana, maka percobaan berikutnya adalah proses pemadatan dengan menggunakan tekanan.
Gamabr di atas adalah proses dimana kita menimbang aspal yang sebelumnya kita panaskan terlebih dulu, kemudian kita ukur sesuai dengan DMF sebelumnya sudah dihitung :)
*jangan lupa untuk mengukurnya dengan wajan harus dizeroin dulu biar berat wajan ga ikut keitung :p
Setelah itu, kita masak aspal ini dengan agregat dengan api sedang, lalu setelah semuanya bercampur rata dan suhu campuran minimal 160 C dan maksimal adalah 180 C
*hati-hati panas...!
Setelah itu kita masukkan aspal ke dalam mold yang sebelumnya mold tersebut diambil dari dalam oven, lalu dipasang dan diberi alas kertas pada dasar mold agar campuran aspal dan agregat tidak lengket di bagian dasar mold. Kemudian kita tusuk campuran tersebut dimulai dari pinggir mold ke tengah sebanyak 25 kali tusukan dengan menggunakan scrap.
Ini adalah proses pemadatan dengan alat impact.
Mold yang tadinya sudah kita tusuk 25 kali, lalu kita taruh dibawah dan kita padatkan dengan alat tersebut sebanyak 75 kali. Jangan lupa sebelumnya dikalibrasikan dulu alatnya dan perhatikan pembacaan tumbukan di samping kalibrasi. Setelah itu, kita balik sampel (yang tadinya di atas jadi di bawah atau sebaliknya) dan lakukan tumbukan sebanyak 75 kali juga untuk sampel ini dan seterusnya :D
*pada percobaan yang telah dilakukan saya bersama rekan kelompok, penggunaan alat ini harus dipegangi pada bagian atas dan injak bagian bawah alat.
Setelah sampel yang dibutuhkan terkumpul, maka lepaskan mur mold dan biarkan cetakan mold bersama sampel selama 24 jam, cara ini dilakukan supaya terbentuk sampel seperti silinder mold bagian bawah.
Setelah 24 jam berikutnya, lepas cetakan mold dan lakukan penimbangan pada masing-masing sampel.
Kemudian rendam semua sampel, dan biarkan selama 24 jam.
(Lanjutan untuk praktikum JMF bagian 3 akan dilaksanakan hari ini, semoga lancar :D)
Wednesday, 22 December 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
I'm a civil engineering student, so what's up?
Civil engineering is the oldest engineering faculty on Lampung University where I still studying on that, and I search on wikipedia and google that civil engineering is a professional engineering discipline that deals with the design, construction, and maintenance of the physical and naturally built environment, including works like bridges, roads, canals, dams and buildings.
It's traditionally broken into several sub-disciplines including environmental engineering, geotechnical engineering, structural engineering, transportation engineering, municipal or urban engineering, water resources engineering, materials engineering, coastal engineering,surveying, and construction engineering.
Labels
Campur campur
(5)
Design konstruksi (sketch)
(1)
Home
(1)
Job Mix Formula
(3)
Laboratorium Sipil
(1)
Praktikum
(1)
tugas kuliah
(2)
ductility
this is an example for ductility test for asphalt. For a good formula, it need 100 cm. :) tujuan percobaan ini untuk mengetahui kuat tarik dari aspal atau bitumen keras dengan cara mengukur jarak terpanjang yang dapat ditarik antara 2 cetakan yang berisi bitumen keras pada suhu dan kecepatan tertentu. Nilai daktilitas aspal adalah panjang contoh aspal ketika putus pada saat dilakukan penarikan dengan kecepatan 5 cm/menit.


No comments:
Post a Comment