Friday, 31 December 2010

3 Last artworks in 2010

the biggest mosque in Russia
new villange Hsin in China
sketch drawing on A4 paper, it takes 1 hour to finished 1 paper....
this 3 artworks make the last artworks at 2010...
St. Basils' interior

welcome 2011 :)
*hope that I can increasing my skill on contructions' drawing :)

New Year Festival 2011


HAPPY NEW YEAR 2011!!!!!
hope in 2011, we'll be better than before.... :)
Hope that in my country, Indonesia and all country on this earth be better...
hope no disaster...
hope no flood again...
hope no global warming...
hope all forest green as before...
hope that our world will always be all right for now and forever :)


thanks for bring a whole great things in my life.. :)
Thanks for God :)

Sunday, 26 December 2010

Indonesia vs Malaysia



"Menegangkan...!"
Itu merupakan sebuah kata untuk pertandingan Indonesia vs Malaysia di Final Piala AFF 2010.


"Menangis...."
Karena Tim Garuda kalah dalam liga piala AFF di stadion Bukit Jalil, Malaysia Minggu ini.
Dua dari tiga gol Malaysia dibuat striker Mohd Safee Sali. Satu gol lainnya dari Mohamad Ashari.


Namun Indonesia, janganlah bersedih 
masih ada hari esok, jadi selalu bersemangatlah :)
Kami akan selalu terus mendukungmu ^^


SEMANGATLAH INDONESIAKU...!
>:D

Thursday, 23 December 2010

Sekilas Praktikum JMF bagian 3 (akhir)

Tadaaaa, I'm back..!
Berikut merupakan proses JMF yang terakhir, yakni proses pengujian Marshall :)
sebelumnya, untuk semua sampel yang telah direndam dengan air (seperti pada gambar di atas) kita timbang beratnya dengan menggunakan timbangan yang telah terhubung dengan keranjang di dalam air, agar kita mengetahui berat airnya.

Pada gambar di atas, ember merah berisi keranjang yang langsung terhubung dengan timbangan digital.

Setelah melakukan penimbangan, maka kita akan mencari nilai SSD (Saturated Surface Dry) yang disebut juga dengan berat kering permukaan. Sebelum penimbangan, kita harus mengelap sampel-sampel yang tadinya basah dengan lap kering. Pengelapan harus kering jangan sampai ada yang masih basah :B
*ingat! Jangan di kipas-kipas karena yang kita butuhkan adalah kering permukaan. Jadi, area yang kita lap hanyalah pada bagian luar permukaan saja.

Setelah itu, kita timbang sampel satu persatu dengan menggunakan timbangan digital biasa (tidak dengan keranjang).

Lakukan persiapan :

masukkan air ke dalam waterbath hingga kira-kira 1/2  atau lebih dari ukuran bak (agar nantinya sampel terendam air secara keseluruhan).
kemudian pasang suhu 60 C.
*suhu ini merupakan standar suhu kondisi panas di lapangan Indonesia.
Setelah suhu pas 60 C, maka kita masukkan semua sampel ke dalam waterbath sesuai posisi sampel di gambar atas.
Pasanglah timer 30 menit, lalu tunggu.
*jangan lupa untuk memakai sarung tangan khusus saat memasukkan sampel ke waterbath!


Setelah 30 menit, maka buka tutup waterbath, lalu kita persiapkan peralatan untuk test Marshall.
Seperti pada gambar di atas, kita bersihkan wadah khusus (lupa apa namanya) seperti pada gambar lalu oles wadah tersebut dengan oli. (dengan kuas juga tentunya.. :p)
Setelah itu kita ambil sampel, dan kita pasang di wadah yang sebelumnya telah diolesi oli :B
pasang kembali wadah, setelah itu pasang seperti pada gambar dibawah ini :)
Lalu diputar hingga pas.



Setelah itu pasang dial di atas wadah, lalu tekan tombol di atasnya.
Kalibrasikan dial tersebut dengan memutar angka 0 agar tepat dengan jarum dial.
Mulai dengan memutar pegangan yang ada di bagian kanan alat test marshall ke arah bagian kiri :)

Setelah alat mulai berjalan, coba perhatikan dial atas dan dial bawah.
*diperlukan dua pengamat dan 1 pemegang alat pemutar :V
Untuk pembacaan dial atas, perhatikan dial tersebut saat berjalan, kemudian saat jarum tertahan dan kembali (jarum bergerak berlawanan dengan arah jarum jam) maka pengamat 1 harus berkata "baca!" dan membaca dimana jarum pas memutar ke arah berlawanan jarum jam pada dial atas.
*satu putaran = 100 kemudian ditambah angka yang muncul berikutnya, misalnya 20 jadi 120


Lalu rekan yang tadinya memutar pegangan ke kiri harus memutar 45 derajat ke kanan (arah lurus dengan pemutar), kemudian untuk pengamat kedua juga harus langsung membaca dial bawah saat itu juga :B
(bener-bener harus teliti loh membacanya). Terus ya tinggal tulis data praktikumnya itu :)
Okeeee!
Setelah itu, keluarkan wadah, tapi sebelumnya putar pegangan ke posisi awal yaitu ke kanan agar wadah kembali ke posisi bawah. Setelah kembali, kita putar 45 derajat lagi (posisi pegangan ke bawah lagi).
Lalu ambil wadah, dan lepaskan sampel dari wadah tersebut. Ulangi percobaan dengan prosedur yang sama :D

Selesai sudah percobaan JMF dari awal sampai akhir untuk Pelaksanaan Perkerasan Jalan 1.
Tinggal kita buat perhitungannya... :) :B

*sorry kalo bahasanya kurang jelas..
ahaha TAT...

Semoga membantu :D

Wednesday, 22 December 2010

Sekilas Praktikum JMF bagian 1


Tepat di samping kiri ini adalah tempat untuk ngambil sampel agregat yang kemudaian kita saring dengan ayakan dari yang bolongannya paling gede buat agregat kasar ke yang kecil banget buat agregat halus :D
*karena kita bakalan ngayak-ngayak jadi sediakan slayer ato penutup mulut laennya kalo ga bakalan batuk-batuk (ahaha lebay dikit) berani kotor itu baik.
*cara ngayak yang paling cepet kalo menurut saya dengan gerakan memutar bukan gerakan depan-belakang :D


Setelah itu, kita timbang berdasarkan acuan kita pada Design Mix  Formula (DMF). Yang diperlukan yaitu : kontainer, timbangan dan kertas untuk menuliskan nomor sampel.
*pada saat penimbangan jangan lupa untuk ngezeroin timbangan + container, baru masukin sampel :)


   

Sekilas Praktikum JMF bagian 2

Setelah proses JMF bagian pertama terlaksana, maka percobaan berikutnya adalah proses pemadatan dengan menggunakan tekanan.

Gamabr di atas adalah proses dimana kita menimbang aspal yang sebelumnya kita panaskan terlebih dulu, kemudian kita ukur sesuai dengan DMF sebelumnya sudah dihitung :)
*jangan lupa untuk mengukurnya dengan wajan harus dizeroin dulu biar berat wajan ga ikut keitung :p
Setelah itu, kita masak aspal ini dengan agregat dengan api sedang, lalu setelah semuanya bercampur rata dan suhu campuran minimal 160 C dan maksimal adalah 180 C
*hati-hati panas...!

Setelah itu kita masukkan aspal ke dalam mold yang sebelumnya mold tersebut diambil dari dalam oven, lalu dipasang dan diberi alas kertas pada dasar mold agar campuran aspal dan agregat tidak lengket di bagian dasar mold. Kemudian kita tusuk campuran tersebut dimulai dari pinggir mold ke tengah sebanyak 25 kali tusukan dengan menggunakan scrap.



Ini adalah proses pemadatan dengan alat impact.
Mold yang tadinya sudah kita tusuk 25 kali, lalu kita taruh dibawah dan kita padatkan dengan alat tersebut sebanyak 75 kali. Jangan lupa sebelumnya dikalibrasikan dulu alatnya dan perhatikan pembacaan tumbukan di samping kalibrasi. Setelah itu, kita balik sampel (yang tadinya di atas jadi di bawah atau sebaliknya) dan lakukan tumbukan sebanyak 75 kali juga untuk sampel ini dan seterusnya :D
*pada percobaan yang telah dilakukan saya bersama rekan kelompok, penggunaan alat ini harus dipegangi pada bagian atas dan injak bagian bawah alat.


Setelah sampel yang dibutuhkan terkumpul, maka lepaskan mur mold dan biarkan cetakan mold bersama sampel selama 24 jam, cara ini dilakukan supaya terbentuk sampel seperti silinder mold bagian bawah.
Setelah 24 jam berikutnya, lepas cetakan mold dan lakukan penimbangan pada masing-masing sampel.
Kemudian rendam semua sampel, dan biarkan selama 24 jam.


(Lanjutan untuk praktikum JMF bagian 3 akan dilaksanakan hari ini, semoga lancar :D)

Tuesday, 21 December 2010

Add caption
sekadar info :D
ini depannya Lab Jalan Raya, yaitu Lab Tanah :B

HAPPY MOTHER'S DAY


yeaayyy, this is my photos when I was a little child :3 
so cute isn't she >___<
my mom, she's beautiful :D 


ehem...
Happy Mother's Day to my mom and all mothers on this world..! >_<



huwaaaa, miss you mama--k
this Wednesday I'm not comin' home...


Love you mom :*


from your children, Kiky, Ijal and Bella :D 


comission for art

need comission :D
this is an example for my own drawing :3
if you want to see more, visit my galleries on 7dromproject.deviantart.com 
:D :D :D
if you want me to drawing about illustrated characters or building just ask me or send msg to my deviantart or
FB Imsaskia Setyawati C.
price can nego :3


thanks :3

Monday, 20 December 2010

selokan

''selokan yang kotor...''
mungkin hal itu adalah hal yang biasa...
kita hanya dapat bergumam tentang itu..
=3=....

setidaknya coba rawat selokan kita ineh khususnya buat selokan di sekitar Unila nih...
gambar ini saya ambil pas lagi beli ketoprak samping museum Lampung (ga da yang nanya -_-'')
hm, yah dari gambar ini, bisa kita liat kalo selokan dah kotor gine...
lama2 keak d jakarta lg..
*plak.... >_<
jangan sampe T3T....

ehm, kaitannya tentang sipil apa?
tentu saja sistem drainasenya :(
sampah yang lama-lama menumpuk bukan hanya bikin ''bau'' dan banyak ''lalat'' tapi juga bisa BANJIR...!
jangan sampeeeee...!!! TAT
lah, kok bisa banjir...?
tentu saja, apabila sedang musim hujan kemudian air menggenang, ditambah dengan menumpuknya sampah.
Tentu air akan melimpas keluar, sebut saja kalo itu peristiwa ''peluapan''.
Nah lo, makanya jangan suka buang sampah sembarangan yak guys :D
jagalah selalu kebersihan :3
jagalah lingkungan kita >:D

Sunday, 19 December 2010

tugas drainase sipil


Soal :

  1. Apakah yang dimaksud dengan infiltrasi, perkolasi dan bagaimana kaitan kedua proses tersebut.
  2. Tunjukan dengan sketsa, liku infiltrasi untuk berbagai jenis tanah, yaitu tanah kering, retak-retak, tanah liat dan tanah pasir.
  3. Pada sebuah daerah hutan, dikatakn potensi konservasi airnya lebih tinggi. Berikan penjelasan tentang hal ini, yang menyangkut air permukaan dan air tanah. Jelaskan mengapa hal tersebut dapat terjadi?
  4. Pada perkiraan hujan mangkus, anggapan kehilangan air hujan tetap, dianggap memadai. Jelaskan mengapa demikian. Kaitkan pula hal tersebut dengan liku infiltrasi secara umum.
  5. Berikan penjelasan beberapa cara pendekatan umtuk memperkirakan hujan mangkus. Adakah persamaan dan perbedaan prinsip antara cara-cara tersebut.


Jawab :

  1. Infiltrasi yaitu proses masuknya air ke permukaan tanah ke lapisan tanah tak jenuh. Proses ini merupakna bagian yang sangat penting dalam daur hidrologi maupun dalam pengalihragaman hujan menjadi aliran di sungai. Sedangkan Perkolasi yaitu masuknya air laut ke permukaan bumi akibat menurunnya muka air tanah. Pengertian infiltrasi sering dicampur-adukan untuk kepentingan praktis dengan pengertian perkolasi. Memang keduanya saling berpengaruh, akan tetapi secara teoritik hendaknya pengertian keduanya dibedakan. Sedangkan secara skematis, katerkaitan infiltrasi dengan perkolasi dapat dijelaskan dengan sketsa pada gambar V.1. pada gambar V.1a, skema formasi tanah, dengan lapisan atas mempunyai laju infiltrasi kecil, akan tetapi lapisan bawah mempunyai laju perkolasi tinggi. Sebaliknya, pada gambar V.1b, lapisan atas dengan laju infiltrasi tinggi sedangkan laju perkolasi pada lapisan bawah rendah. Pada kasus pertama (Gambar V.1a), meskipun laju perkolasi tinggi, akan tetapi laju infiltrasi yang memberikan masukan air dari permukaan terbatas. Oleh sebab itu, dalam keadaan seimbang, dua keadaan ini lebih ditentukan oleh laju infiltrasi. Demikian pula sebaiknya (Gambar V.1b), laju perkolasi yang rendah menentukan keadaan seluruhnya. Akan tetapi hendaknya diketahui bahwa dalam praktek, proses yanmg terjadi tidak sesederhana hal tersebut, karena adanyakemungkinan aliran antara
  2. Berdasarkan sketsa liku diatas didapatkan kesimpulan bahwa jenis tanah berpasir mengalami infiltrasi yang besar dibandingkan dengan tanah kering retak-retak dan tanah liat. Dari ketiga jenis tanah tersebut dapat diurutkan infiltrasi yang besar ke yang kecil yaitu dimulai dari tanah berpasir setelah itu tanah kering retak-retak dan yang terakhir yaitu tanah liat.
  3. Hutan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengendalian besar limpasan permukaan, terutama sekali fungsi hutan dalam intersepsi dan infiltrasi. Gerakan air tampungan di dalam tanah dipengaruhi oleh ukuran butiran tanah, bahan-bahan organic dan flora dan fauna tanah. Dalam kaitan ini maka peran hutan dapat dijelaskan sebagai berikut :
a.       ‘Biopres’ menyebabkan pertumbuhan fauna tanah yang baik serta terbentuknya lapisan beban organic.
b.      Lapisan sampah hutan (forest litter). Hal ini sangat menguntungkan karena lapisan tanah ini akan berfungsi sebagai penahan’spalshing’ dan juga sebagai penyaring. Apabila hujan turun maka, maka butir-butir hujan akan menyebabkan ‘spalshing’ pada muka tanah, sehingga butir-butir halus tanah akan lepas yang selanjutnya akan terbawa aliran. Apabila hal ini dibiarkan maka akan menyumbat pori-pori besar yang berada dipermukaan tanah yang selanjutnya menghambat masuknya air kedalam tanah. Dengan adanya lapisan sampah maka ‘spalshing’ dapat dikurangi (atau dihentikan sama sekali) dan butir-butir tanah halus yang terbawaaliran akan tersaring. Akibatnya, pori-pori tanah di permukaan masih akan tetap terpelihara besar, sehingga laju infiltrasi dapat dipertahankan. Selain itu, akibat adanya lapisan sampah tersebut kecepatan aliran limpasan diperkecil, sehingga memperbesar kesempatan untuk terjadinya infiltrasi. Demikian pula dengan makin kecilnya kecepatan aliran, berarti bahwa erosi permukaan akan sangat diperkecil.
c.       Sistem penangkaran yang terjadi karena tumbuh-tumbuhan yang ada diatasnya menyebabkan retak-retak di dalam tanah. Hal ini sangat menguntungkan karena tanah menjadi gembur, sehingga dapt menguntungkan bagi terjadinya infiltrasi yang besar. Ketersedian lapisan sampah hutan ini dapat memperbesar laju infiltrasi sampai sebesar 4 x laju infiltrasi tanpa adanya lapisan sampah. Sebagai contoh dapat disebutkan hasil penelitian di Preanger oleh Japing (1931) sebagai berikut :

Tabel. Laju Infiltrasi berbagai vegetasi
Vegetasi
Laju infiltrasi (mm/mnt)
Tanah Gundul
5,5
Hutan tanpa lapisan sampah
17,5
Hutan dengan lapisan sampah
72

Dilihat pengaruh hutan untuk penguapan dapat dikatakan bahwa makin baik kondisi hutan pada umumnya jumlah kehilangan air makin besar. Hal ini disebabkan oleh fungsi hutan yang memperbesar turbelensi angina karena surface roughness, tingginya kelembaban sehingga penguapan dari muka tanah hampirtidak dapat terjadi, dan dengan adanya system penakaran menyebabkan tingginya evapotranspirasi.
Intersepsi di daerah dengan hutan yang masih baik jelas juga relatif besar, mengingat kerapatan pohon dan kerapatan daunnya. Besar intersepsi ini dapat mencapai nilai rata-rata 15%. Jelas, dari uraian-uraian diatas bahwa peran hutan dalam memperkecil limpasan permukaan yang sangat besar, karena dengan demikian maka debit maksimum akan dapt diperkecil, sedangkan di lain pihak kandungan air tanah akan makin besar sehingga airan kecil sepanjang tahun dapat terpelihara.
  1. Besaran hujan yang tercatat darialat prngukur hujan adalah besaran hujan bruto.memperhatikan siklus-hidrologi sebagai dasar analisis hidrologi, maka untuk dapat mengetahui perkiraan besaran banjir diperlukan besaran lain baik besaran hujan mangkus maupun besar kehilangan air akibat berbagai sebab seperti intersepsi,infiltasi, penguapan dan tampungan cekungan. Besar kehilangan air ini sangat dipengaruhi oleh berbagai sebab seperti jenis dan kerapatan tanaman, jenis tanah, keadaan permukaan tanah  dan sebagainya. Jadi Kehilangan air hujan ini sangat memadai karena jika factor-faktor diatas memenuhi intersepsi, infiltasi dapat berjalan normal.
  2. Ada beberapa cara yang diusulkan untuk memperkirakan besar hujan mangkus, di antaranya sebagai berikut :
*      Book Keeping Method
Dalam konsep ini (Shulze, 1966)DAS diandaikan sebagai suatu system yang merupakan satu tampungan (storage) dengan kapasitas tampungan sebesar S. Pada saat tertentu besar kandungan air pada umumnya lebih kecil dari pada S, sehingga dapat defisiensi sebesar d. Dalam kaitan ini dapat dilihat bahwa hujan yang turun di dalam sebauah DAS akan kehilangan sejumlah air tententu sebelum dapat mengalir sebagai limpasan. Dengan menganggap DAS sebagai sebuah tampungan (Storage S), maka apabila jumlah defiseinsi d tersebut belum terpenuhi pada dasarnya tidak akan terjadi limpasan. Jumlah defiseinsi akan dipenuhi terlebih dahulu. Selanjutnya, apabila masih terjadi hujan maka dapat terjadi limpasan yang besarnya sama dengan besar hujan yang terjadi.
*      Makkink dan van Heemst
Cara ini (Schule, 1966) di kembangkan di Rottegatspolder di negeri belanda 1996. Untuk hal ini perlu diingat agihan vertical (vertical distribution) air di dalam tanah, yang pada dasarnya terbagi dalam 4 zone :
·         ‘evaporation zone’ atau ‘zone of aeration’
·         ‘intermediate belt’
·         ‘capilary zone’
·         ‘groundwater zone’ atau ‘saturationzone’
Makkink dan van Heemst memberikan butir 2 dan butir3 sebagai’transmition zone’.
Dalam konsep ini ditegaskan bahwa penguapan pada suatu permukaan hanya akan terjadi selama masih ada moisture dalam tanah. Atau dengan kata lain laj penguapan sebanding dengan kandungan air yang ada dalam tanah.
*      Cara Kohler
Cara ini dikembangkan pada tahun 1957 (Schadule, 1966) yang menganggap DAS tersiri dari dua buah reservoir, yaitu reservoir I dsn reservoir II yang berada di bawah reservoir I. Kehilangan kelembaban terjadi dengan laju yang sama dengan laju evapotranpirasi potensial. Jadi, prinsip yang dikembangkan oleh makking dan van hamst juga berlaku disini. Pada dasarnya penguapan dari reservoir


Saturday, 18 December 2010

kuliah statistika sipil

berikut contoh tugas statistika saya yg pertama ^---^



Diketahui Tinggi Badan :

165      154      165      169      170      161      164      172
155      178      165      170      168      168      169      171
175      155      155      172      165      162      157      165
170      163      158      170      160      170      168      170
159      160      160      160      165

Tabel :

Interval
Modus (fi)
Frekuensi Kumulatif
Frekuensi Relatif
xi
fi.(xi)2
xi. fi
154 – 158
6
6
6/37 x 100 %
= 16, 2162 %
156
146016
936
159 – 163
8
14
8/37 x 100 %
= 21, 6216 %
161
207368
1288
164 – 168
10
24
10/37 x 100 %
= 27, 0270 %
166
275560
1660
169 – 173
11
35
11/37 x 100 %
= 29, 7297 %
171
321651
1881
174 - 178
2
37
2/37 x 100 %
= 5, 4054 %
176
61952
352

37

100 %
37
1012547
61172
=37417689

Pengumpulan dari data acak yang telah didapat, agar lebih mudah dipahami maka terlebih dahulu diolah menjadi bentuk table dalam interval kelas. Interval kelas ialah selisih nilai terendah dan tertinggi pada tiap-tiap kelas. Keseluruhan data didapat jumlah data (n) sebanyak 37 orang.. Diketahui tinggi badan terkecil dari data tersebut ialah 154 dan 178 untuk nilai yang terbesar. Hal ini dapat membantu dalam mengklasifikasikan interval yang akan dibuat. Selanjutnya, dapat digunakan rumus

Untuk melakukan perhitungan langsung dapat digunakan (mean) rerata :
Jumlah data keseluruhan / n = 6117 / 37 = 165, 3243
Kemudian untuk menyatakan gejala sentral yang paling sering terjadi digunakan ukuran modus. Jika sample menghasilkan nilai :
165      154      165      169      170      161      164      172
155      178      165      170      168      168      169      171
175      155      155      172      165      162      157      165
170      163      158      170      160      170      168      170
159      160      160      160      165
Setelah disusun menurut besarnya maka :
154      155      155      155      157      158      159      160
160      160      160      161      162      163      164      165
165      165      165      165      165      168      168      168
169      169      170      170      170      170      170      170
171      172      172      175      178

Jumlah data yang didapat dalam satu kelas disebut dengan frekuensi kelas.
Untuk Frekuensi Kumulatif (FK) dapat digunakan nilai Modus pada interval kelas ke- 1 ditambah dengan nilai interval kelas ke- 2. Misalnya pada interval kelas ke- 2 159 – 168, nilai FK ialah 6 + 8 = 14 …., ini berlaku untuk nilai seterusnya. Hasil akhirnya harus sama dengan jumlah nilai Modus. Sedangkan untuk nilai Frekuensi Relatif (FR) digunakan (nilai Modus :  jumlah nilai Modus) / 100 %, misalnya saja pada nilai FR yang pertama (6?37 x 100 %) ialah 16, 2162 %. Hasil akhir dari FR ialah jumlah penambahan pada setiap interval kelas yang ada sehingga diperoleh nilai 100 %.

K         = 1 + 3, 3 log (n2/100) = 1 + 3, 3 log (372/100) = 4\, 75 = 5
Berdasarkan pada rumus Sturges lazimnya data dikelompokkan ke dalam interval kelas yang sama sehingga jumlah kelas ditentukan denganrumus Sturges.
Sedangkan untuk grafiknya dapat dilakukan dengan bentuk yang bermacam-macam misalnya saja histogram, ogive, polygon, dan kurva. Histogram (diagram batang) digunakan untuk data yang semula berbentuk table, 

Hello world, budum!

nyam2 nyam...., :B
hello world budum again!!!
:D

I'm a civil engineering student, so what's up?

Civil engineering is the oldest engineering faculty on Lampung University where I still studying on that, and I search on wikipedia and google that civil engineering is a professional engineering discipline that deals with the design, construction, and maintenance of the physical and naturally built environment, including works like bridges, roads, canals, dams and buildings. It's traditionally broken into several sub-disciplines including environmental engineering, geotechnical engineering, structural engineering, transportation engineering, municipal or urban engineering, water resources engineering, materials engineering, coastal engineering,surveying, and construction engineering.

ductility

ductility
this is an example for ductility test for asphalt. For a good formula, it need 100 cm. :) tujuan percobaan ini untuk mengetahui kuat tarik dari aspal atau bitumen keras dengan cara mengukur jarak terpanjang yang dapat ditarik antara 2 cetakan yang berisi bitumen keras pada suhu dan kecepatan tertentu. Nilai daktilitas aspal adalah panjang contoh aspal ketika putus pada saat dilakukan penarikan dengan kecepatan 5 cm/menit.