Ahihi
*ala Bernard Bear
this is it!
Kelompok VII untuk praktikum PPJ I. :D
Anggotanya terdiri dari
1. Khafidz Mubarak
2. Dwi Guntoro
3. Imsaskia Setyawati
4. Rohmat Ramdhani
5. Didik Handoko
Sebenernya untuk praktikumnya sendiri dilakukan oleh kelompok besar, yakni kelompok C.
yang terdiri dari kelompok VII, VIII, dan IX (rame banget ya)
haha, tapi ga papa. Justru itu seru....!
pas praktikum banyak kejadian seru pokoknya..
hahaha
dan waktu ngitung n mbahas laporannya...
ewww, mumet.. hahaha XD
Sekian untuk curhat curhatannya.
# terima kasih saya sampaikan lewat blog ini untuk para anggota kelompok VII, VIII, dan IX.
Maaf kalo ada kesalahan dlm penulisan ato apapun...
Semoga praktikum yg telah kita lakukan dapat bermanfaat untuk ke depannya.
Amien.
Wassalam :D
Saturday, 15 January 2011
Friday, 31 December 2010
3 Last artworks in 2010
![]() |
| the biggest mosque in Russia |
![]() |
| new villange Hsin in China |
this 3 artworks make the last artworks at 2010...
![]() |
| St. Basils' interior |
welcome 2011 :)
*hope that I can increasing my skill on contructions' drawing :)
New Year Festival 2011
HAPPY NEW YEAR 2011!!!!!
hope in 2011, we'll be better than before.... :)
Hope that in my country, Indonesia and all country on this earth be better...
hope no disaster...
hope no flood again...
hope no global warming...
hope all forest green as before...
hope that our world will always be all right for now and forever :)
thanks for bring a whole great things in my life.. :)
Thanks for God :)
Sunday, 26 December 2010
Indonesia vs Malaysia
"Menegangkan...!"
Itu merupakan sebuah kata untuk pertandingan Indonesia vs Malaysia di Final Piala AFF 2010.
"Menangis...."
Karena Tim Garuda kalah dalam liga piala AFF di stadion Bukit Jalil, Malaysia Minggu ini.
Dua dari tiga gol Malaysia dibuat striker Mohd Safee Sali. Satu gol lainnya dari Mohamad Ashari.
Namun Indonesia, janganlah bersedih
masih ada hari esok, jadi selalu bersemangatlah :)
Kami akan selalu terus mendukungmu ^^
SEMANGATLAH INDONESIAKU...!
>:D
Thursday, 23 December 2010
Sekilas Praktikum JMF bagian 3 (akhir)
Tadaaaa, I'm back..!
Berikut merupakan proses JMF yang terakhir, yakni proses pengujian Marshall :)
sebelumnya, untuk semua sampel yang telah direndam dengan air (seperti pada gambar di atas) kita timbang beratnya dengan menggunakan timbangan yang telah terhubung dengan keranjang di dalam air, agar kita mengetahui berat airnya.
Pada gambar di atas, ember merah berisi keranjang yang langsung terhubung dengan timbangan digital.
Setelah melakukan penimbangan, maka kita akan mencari nilai SSD (Saturated Surface Dry) yang disebut juga dengan berat kering permukaan. Sebelum penimbangan, kita harus mengelap sampel-sampel yang tadinya basah dengan lap kering. Pengelapan harus kering jangan sampai ada yang masih basah :B
*ingat! Jangan di kipas-kipas karena yang kita butuhkan adalah kering permukaan. Jadi, area yang kita lap hanyalah pada bagian luar permukaan saja.
Setelah itu, kita timbang sampel satu persatu dengan menggunakan timbangan digital biasa (tidak dengan keranjang).
Setelah itu pasang dial di atas wadah, lalu tekan tombol di atasnya.
Kalibrasikan dial tersebut dengan memutar angka 0 agar tepat dengan jarum dial.
Mulai dengan memutar pegangan yang ada di bagian kanan alat test marshall ke arah bagian kiri :)
Setelah alat mulai berjalan, coba perhatikan dial atas dan dial bawah.
*diperlukan dua pengamat dan 1 pemegang alat pemutar :V
Untuk pembacaan dial atas, perhatikan dial tersebut saat berjalan, kemudian saat jarum tertahan dan kembali (jarum bergerak berlawanan dengan arah jarum jam) maka pengamat 1 harus berkata "baca!" dan membaca dimana jarum pas memutar ke arah berlawanan jarum jam pada dial atas.
*satu putaran = 100 kemudian ditambah angka yang muncul berikutnya, misalnya 20 jadi 120
Lalu rekan yang tadinya memutar pegangan ke kiri harus memutar 45 derajat ke kanan (arah lurus dengan pemutar), kemudian untuk pengamat kedua juga harus langsung membaca dial bawah saat itu juga :B
(bener-bener harus teliti loh membacanya). Terus ya tinggal tulis data praktikumnya itu :)
Okeeee!
Setelah itu, keluarkan wadah, tapi sebelumnya putar pegangan ke posisi awal yaitu ke kanan agar wadah kembali ke posisi bawah. Setelah kembali, kita putar 45 derajat lagi (posisi pegangan ke bawah lagi).
Lalu ambil wadah, dan lepaskan sampel dari wadah tersebut. Ulangi percobaan dengan prosedur yang sama :D
Selesai sudah percobaan JMF dari awal sampai akhir untuk Pelaksanaan Perkerasan Jalan 1.
Tinggal kita buat perhitungannya... :) :B
*sorry kalo bahasanya kurang jelas..
ahaha TAT...
Semoga membantu :D
Wednesday, 22 December 2010
Sekilas Praktikum JMF bagian 1
Tepat di samping kiri ini adalah tempat untuk ngambil sampel agregat yang kemudaian kita saring dengan ayakan dari yang bolongannya paling gede buat agregat kasar ke yang kecil banget buat agregat halus :D
*karena kita bakalan ngayak-ngayak jadi sediakan slayer ato penutup mulut laennya kalo ga bakalan batuk-batuk (ahaha lebay dikit) berani kotor itu baik.
*cara ngayak yang paling cepet kalo menurut saya dengan gerakan memutar bukan gerakan depan-belakang :D
Setelah itu, kita timbang berdasarkan acuan kita pada Design Mix Formula (DMF). Yang diperlukan yaitu : kontainer, timbangan dan kertas untuk menuliskan nomor sampel.
*pada saat penimbangan jangan lupa untuk ngezeroin timbangan + container, baru masukin sampel :)
![]() |
Sekilas Praktikum JMF bagian 2
Setelah proses JMF bagian pertama terlaksana, maka percobaan berikutnya adalah proses pemadatan dengan menggunakan tekanan.
Gamabr di atas adalah proses dimana kita menimbang aspal yang sebelumnya kita panaskan terlebih dulu, kemudian kita ukur sesuai dengan DMF sebelumnya sudah dihitung :)
*jangan lupa untuk mengukurnya dengan wajan harus dizeroin dulu biar berat wajan ga ikut keitung :p
Setelah itu, kita masak aspal ini dengan agregat dengan api sedang, lalu setelah semuanya bercampur rata dan suhu campuran minimal 160 C dan maksimal adalah 180 C
*hati-hati panas...!
Setelah itu kita masukkan aspal ke dalam mold yang sebelumnya mold tersebut diambil dari dalam oven, lalu dipasang dan diberi alas kertas pada dasar mold agar campuran aspal dan agregat tidak lengket di bagian dasar mold. Kemudian kita tusuk campuran tersebut dimulai dari pinggir mold ke tengah sebanyak 25 kali tusukan dengan menggunakan scrap.
Ini adalah proses pemadatan dengan alat impact.
Mold yang tadinya sudah kita tusuk 25 kali, lalu kita taruh dibawah dan kita padatkan dengan alat tersebut sebanyak 75 kali. Jangan lupa sebelumnya dikalibrasikan dulu alatnya dan perhatikan pembacaan tumbukan di samping kalibrasi. Setelah itu, kita balik sampel (yang tadinya di atas jadi di bawah atau sebaliknya) dan lakukan tumbukan sebanyak 75 kali juga untuk sampel ini dan seterusnya :D
*pada percobaan yang telah dilakukan saya bersama rekan kelompok, penggunaan alat ini harus dipegangi pada bagian atas dan injak bagian bawah alat.
Setelah sampel yang dibutuhkan terkumpul, maka lepaskan mur mold dan biarkan cetakan mold bersama sampel selama 24 jam, cara ini dilakukan supaya terbentuk sampel seperti silinder mold bagian bawah.
Setelah 24 jam berikutnya, lepas cetakan mold dan lakukan penimbangan pada masing-masing sampel.
Kemudian rendam semua sampel, dan biarkan selama 24 jam.
(Lanjutan untuk praktikum JMF bagian 3 akan dilaksanakan hari ini, semoga lancar :D)
Gamabr di atas adalah proses dimana kita menimbang aspal yang sebelumnya kita panaskan terlebih dulu, kemudian kita ukur sesuai dengan DMF sebelumnya sudah dihitung :)
*jangan lupa untuk mengukurnya dengan wajan harus dizeroin dulu biar berat wajan ga ikut keitung :p
Setelah itu, kita masak aspal ini dengan agregat dengan api sedang, lalu setelah semuanya bercampur rata dan suhu campuran minimal 160 C dan maksimal adalah 180 C
*hati-hati panas...!
Setelah itu kita masukkan aspal ke dalam mold yang sebelumnya mold tersebut diambil dari dalam oven, lalu dipasang dan diberi alas kertas pada dasar mold agar campuran aspal dan agregat tidak lengket di bagian dasar mold. Kemudian kita tusuk campuran tersebut dimulai dari pinggir mold ke tengah sebanyak 25 kali tusukan dengan menggunakan scrap.
Ini adalah proses pemadatan dengan alat impact.
Mold yang tadinya sudah kita tusuk 25 kali, lalu kita taruh dibawah dan kita padatkan dengan alat tersebut sebanyak 75 kali. Jangan lupa sebelumnya dikalibrasikan dulu alatnya dan perhatikan pembacaan tumbukan di samping kalibrasi. Setelah itu, kita balik sampel (yang tadinya di atas jadi di bawah atau sebaliknya) dan lakukan tumbukan sebanyak 75 kali juga untuk sampel ini dan seterusnya :D
*pada percobaan yang telah dilakukan saya bersama rekan kelompok, penggunaan alat ini harus dipegangi pada bagian atas dan injak bagian bawah alat.
Setelah sampel yang dibutuhkan terkumpul, maka lepaskan mur mold dan biarkan cetakan mold bersama sampel selama 24 jam, cara ini dilakukan supaya terbentuk sampel seperti silinder mold bagian bawah.
Setelah 24 jam berikutnya, lepas cetakan mold dan lakukan penimbangan pada masing-masing sampel.
Kemudian rendam semua sampel, dan biarkan selama 24 jam.
(Lanjutan untuk praktikum JMF bagian 3 akan dilaksanakan hari ini, semoga lancar :D)
Subscribe to:
Comments (Atom)
I'm a civil engineering student, so what's up?
Civil engineering is the oldest engineering faculty on Lampung University where I still studying on that, and I search on wikipedia and google that civil engineering is a professional engineering discipline that deals with the design, construction, and maintenance of the physical and naturally built environment, including works like bridges, roads, canals, dams and buildings.
It's traditionally broken into several sub-disciplines including environmental engineering, geotechnical engineering, structural engineering, transportation engineering, municipal or urban engineering, water resources engineering, materials engineering, coastal engineering,surveying, and construction engineering.
Labels
Campur campur
(5)
Design konstruksi (sketch)
(1)
Home
(1)
Job Mix Formula
(3)
Laboratorium Sipil
(1)
Praktikum
(1)
tugas kuliah
(2)
ductility
this is an example for ductility test for asphalt. For a good formula, it need 100 cm. :) tujuan percobaan ini untuk mengetahui kuat tarik dari aspal atau bitumen keras dengan cara mengukur jarak terpanjang yang dapat ditarik antara 2 cetakan yang berisi bitumen keras pada suhu dan kecepatan tertentu. Nilai daktilitas aspal adalah panjang contoh aspal ketika putus pada saat dilakukan penarikan dengan kecepatan 5 cm/menit.














